Friday, July 24, 2020

Jika Jodoh Belum Datang, 5 Hal Ini Bisa Kamu Lakukan


Jodoh memang termasuk rahasia ilahi. Sepenuhnya Allah yang tahu secara pasti. Tugas manusia hanya berusaha. Seperti halnya rezeki, jodoh juga harus diusahakan. Atau dengan bahasa lain: harus ikhtiar. Saat jodoh belum kunjung datang, 5 hal ini bisa kamu lakukan sebagai bentuk ikhtiar kita menjemput jodoh idaman itu.

Sunday, July 5, 2020

Membangun Persaudaraan dan Peradaban Islam dengan Biro Jodoh Islam



Sejak 2013, saya dan beberapa rekan menjalankan pendampingan bagi bujang untuk ikhtiar jodoh. Awalnya kami hanya melakukan pendampingan proses taaruf jodoh Islam tanpa pacaran terbatas di kalangan relawan Yayasan Dana Sosial Al Falah Surabaya. 

Namun aktivitas ini meluas karena informasi dari mulut ke mulut dan kemudian viral. Seakan menjadi biro jodoh Islam di Jawa Timur. Ada tiga prinsip dasar yang melandasi kami untuk menggiatkan aktivitas taaruf jodoh Islam ini: 

Persaudaraan
Sudah puluhan jomblo dan jomblowati yang pernah dan sedang terlibat dalam komunitas jodoh Islam ini. Ada yang Allah takdirkan berjodoh di dalamnya. Ada juga yang Allah takdirkan berjodoh dengan pasangan di luar komunitas ini. Misalnya ada kemudian dikenalkan keluarganya, temannya atau bahkan teman lama yang kemudian berjodoh. Alhamdulillah. 

Monday, June 15, 2020

5 Tips Mencari Jodoh Via Online



Tips mencari jodoh via online
KECANGGIHAN teknologi di era digital seperti saat ini, semakin memudahkan orang untuk ikhtiar mencari jodoh; salah satunya adalah via media online. Melalui media sosial, tak jarang yang akhirnya sampai ke jenjang pernikahan. Di tulisan ini, ada 5 tips mencari jodoh via online. 

Meski demikian, bukan berarti kecanggihan dan kemudahan teknologi itu membuat seseorang seenaknya sendiri dalam upaya mencari jodoh. Ada 5 tips yang perlu dicoba ketika mau mencari jodoh via online.

Sunday, June 7, 2020

Jodoh Memang Unik dan Penuh Rahasia



Jodoh itu unik. Seringkali yang dikejar malah menjauh. Yang tidak sengaja berjumpa, malah mendekat. Yang seakan sudah pasti, malah menjadi ragu. Yang awalnya diragukan, malah menjadi pasti. Yang selalu diimpikan, tak berujung pernikahan. Dan yang tidak pernah dipikirkan justru bersanding di pelaminan. Jodoh memang unik. Jodoh itu penuh rahasia.

            Bila menikah sudah menjadi tekad yang begitu dirindukan, taruhlah ia dalam iman. Agar setiap jalan untuk menujunya adalah kebaikan. Di saat hati telah merasa siap untuk menikah, namun belum jua Allah pertemukan dengan jodohnya.

          Inilah saatnya ber-muhasabah. Sudahkah diri sebenar-benarnya layak di mata Allah unttuk menyempurnakan separuh agama? Jodoh itu rahasia ilahi. Tugas kaum jomblo hanya berusaha. Entah jalan mana yang Allah takdirkan berjodoh. 

Sunday, May 17, 2020

Amalkan Sunah Nabi dengan Menikah



“Empat perkara yang termasuk sunah para Rasul: rasa malu, memakai minyak wangi, bersiwak, dan menikah.”
Demikian Tirmidzi meriwayatkan. Dan tentunya pada tulisan ini akan dijelaskan betapa menikah itu sesuatu yang sangat dianjurkan. Bukan hal yang perlu ditakutkan. Entah karena merasa belum siap menjadi kepala keluarga, tidak bebas, bayangan hidup yang kacau karena hidup tak lagi sendiri, bayang-bayang mertua, tak ingin ada konflik dengan pasangan, merasa sudah mandiri, bahkan ada yang beranggapan bahwa menikah itu repot sekali.
Ah, jangan berpikiran begitu dong! Padahal dengan menikah, berarti meneladani Rasulullah. Berarti “nyunah”. Ini dia nasihat Rasulullah terkait dengan menikah. Inilah salah satu sunah besar para rasul, termasuk Rasulullah Muhammad saw.


Akan Ditolong Allah
            Siapa sih yang tak ingin mendapat pertolongan Allah? Tak ada pastinya. Hidup penuh tantangan dan Allah tempat kembali berpulang. Menikah bisa menjadi jalan pertolongan Allah datang.


Wednesday, May 6, 2020

Jodoh Itu Perpaduan Antara Unsur Ikhtiar dan Takdir


                SERING terdengar di kalangan para pencari jodoh uangkapan berikut, “Jodoh itu susah-susah gampang. Dikejar menjauh, diam malah mendekat.” Kata-kata ini tak sepenuhnya salah sekaligus tak sepenuhnya benar. Sebab, jodoh itu adalah perpaduan antara ikhtiar (usaha) dan takdir (ketentuan) Allah SWT.
                Penjelasannya demikian. Sebagai muslim, kita meyakini bahwa berjodoh atau tidak sudah ditentukan oleh Allah SWT. Bahkan sejak empat bulan dalam kandungan rezeki –termasuk jodohnya—sudah termaktub. Masalahnya kemudian adalah untuk mendapatkannya, sebenarnya tidak ada yang tanpa usaha.
                Oleh karenanya di sini dipakai diksi ikhtiar sebagai ganti dari kata usaha. Dalam bahasa Indonesia, kata usaha bisa berarti upaya yang maknanya bisa positif maupun negatif. Bergantung pada apa yang sedang diusahakan dan apa tujuannya. Sementara kata ikhtiar –yang berasal dari bahasa Arab: khair-- berarti usaha memilih sesuatu yang baik, bahkan terbaik.



                Jika ikhtiar yang digunakan, maka siapa saja yang mencari jodoh itu sejak awal tidak akan asal-asalan. Karena yang menjadi hulu, hilir dan muaranya adalah kebaikan. Maka tidak akan ada uangkapan “Gak papa siapa saja asal bisa nikah”; “Nakal-nakal dikit ga papa, nanti kan bisa dididik”; “meski Gak sholeh atau sholehah, asal cakep” dan lain sabagainya.


              

Tuesday, May 5, 2020

Cari Jodoh, Pilihlah 4 Bagian Yang Utama Dulu



Sejak 2013, saya dan beberapa kawan membuka diri sebagai fasilitator cari jodoh islami di Surabaya. Ada 50an jomblo dan jomblowati yang mengadu nasib lewat usaha ini. Dalam ini, setidaknya Allah takdirkan berjodoh 3-5 pasangan per tahun. Banyak alasan orang cari jodoh lewat cara taaruf ini. Mari kita lihat apa bagian utama dalam cari jodoh yang baik itu. Setidaknya ada 4 bagian utama. Kita ulas sama-sama di sini.

Setelah berjalan lima tahun,  ‘hanya’ ada satu pasutri berjodoh sepanjang 2018. Begitulah, namanya juga rahasia ilahi. Saya dan kawan-kawan hanya berusaha. Manusia berencana, Allah pun punya rencana. Entah rencana kita yang ke berapa yang klik dengan rencana Allah. 


Kemudian saya membuat analisis sederhana. Dari puluhan lajang ini, apa saja yang menjadikan kendala cari jodoh? Ada yang menginginkan calon suaminya yang sudah mapan. Ada yang ikhwan hanya lulusan sekolah menengah pertama. Tidak sampai sarjana. Ada yang usianya terpaut 9-10 tahun.

Ada yang mengisi biodata hanya satu halaman saja karena memang pendidikan dan aktivitasnya tidak banyak. Ada kandidat yang mengisi sampai 7 bahkan 11 halaman, panjangnya sudah melebihi menulis cerpen mungkin.