Jodoh memang termasuk rahasia ilahi. Sepenuhnya Allah yang
tahu secara pasti. Tugas manusia hanya berusaha. Seperti halnya rezeki, jodoh
juga harus diusahakan. Atau dengan bahasa lain: harus ikhtiar. Saat jodoh belum
kunjung datang, 5 hal ini bisa kamu lakukan sebagai bentuk ikhtiar kita
menjemput jodoh idaman itu.
Ngaji Jodoh adalah komunitas yang memberi edukasi dan pendampingan pemuda pemudi muslim di Jawa Timur menjemput jodohnya secara Islami dan terhormat, berpusat di Surabaya & Sidoarjo
Showing posts with label jodoh. Show all posts
Showing posts with label jodoh. Show all posts
Friday, July 24, 2020
Wednesday, May 6, 2020
Jodoh Itu Perpaduan Antara Unsur Ikhtiar dan Takdir
SERING
terdengar di kalangan para pencari jodoh uangkapan berikut, “Jodoh itu
susah-susah gampang. Dikejar menjauh, diam malah mendekat.” Kata-kata ini tak
sepenuhnya salah sekaligus tak sepenuhnya benar. Sebab, jodoh itu adalah
perpaduan antara ikhtiar (usaha) dan takdir (ketentuan) Allah SWT.
Penjelasannya
demikian. Sebagai muslim, kita meyakini bahwa berjodoh atau tidak sudah
ditentukan oleh Allah SWT. Bahkan sejak empat bulan dalam kandungan rezeki
–termasuk jodohnya—sudah termaktub. Masalahnya kemudian adalah untuk
mendapatkannya, sebenarnya tidak ada yang tanpa usaha.
Oleh
karenanya di sini dipakai diksi ikhtiar sebagai ganti dari kata usaha. Dalam
bahasa Indonesia, kata usaha bisa berarti upaya yang maknanya bisa positif
maupun negatif. Bergantung pada apa yang sedang diusahakan dan apa tujuannya.
Sementara kata ikhtiar –yang berasal dari bahasa Arab: khair-- berarti usaha
memilih sesuatu yang baik, bahkan terbaik.
Jika
ikhtiar yang digunakan, maka siapa saja yang mencari jodoh itu sejak awal tidak
akan asal-asalan. Karena yang menjadi hulu, hilir dan muaranya adalah kebaikan.
Maka tidak akan ada uangkapan “Gak papa siapa saja asal bisa nikah”; “Nakal-nakal
dikit ga papa, nanti kan bisa dididik”; “meski Gak sholeh atau sholehah, asal
cakep” dan lain sabagainya.
Tuesday, May 5, 2020
Cari Jodoh, Pilihlah 4 Bagian Yang Utama Dulu
Sejak 2013, saya dan beberapa kawan membuka diri sebagai
fasilitator cari jodoh islami di Surabaya. Ada 50an jomblo dan jomblowati yang
mengadu nasib lewat usaha ini. Dalam ini, setidaknya Allah takdirkan berjodoh 3-5
pasangan per tahun. Banyak alasan orang cari jodoh lewat cara taaruf ini. Mari kita
lihat apa bagian utama dalam cari jodoh yang
baik itu. Setidaknya ada 4 bagian utama. Kita ulas sama-sama di sini.
Setelah berjalan lima tahun, ‘hanya’ ada satu pasutri berjodoh sepanjang
2018. Begitulah, namanya juga rahasia ilahi. Saya dan kawan-kawan hanya
berusaha. Manusia berencana, Allah pun punya rencana. Entah rencana kita yang
ke berapa yang klik dengan rencana Allah.
Kemudian saya membuat analisis sederhana. Dari puluhan
lajang ini, apa saja yang menjadikan kendala cari jodoh? Ada yang menginginkan
calon suaminya yang sudah mapan. Ada yang ikhwan hanya lulusan sekolah menengah
pertama. Tidak sampai sarjana. Ada yang usianya terpaut 9-10 tahun.
Ada yang mengisi biodata hanya satu halaman saja karena memang
pendidikan dan aktivitasnya tidak banyak. Ada kandidat yang mengisi sampai 7
bahkan 11 halaman, panjangnya sudah melebihi menulis cerpen mungkin.
Sunday, May 3, 2020
Syarat Taaruf, Ada 3 Yang Mesti Anda Siapkan
Taaruf merupakan istilah yang digunakan proses pengenalan
pria wanita muslim muslimah menjelang jenjang pernikahan. Taaruf adalah lawan
dari pacaran. Keduanya sama-sama proses untuk saling mengenal antara sejoli.
Jika pacaran di dalam prosesnya tanpa ada batasan, tanpa ada etika dan tanpa
kepastian. Sebaliknya, taaruf adalah proses pengenalan yang dibatasi dengan
etika pergaulan Islam dan semua menuju kepastian yaitu tahap meminang dan akad
nikah. Lalu apa saja syarat-syarat taaruf itu.
1. Harus ada yang mediator
Inilah syarat pertama dan dan utama dalam taaruf. Inilah
perbedaan paling mencolok dengan praktik pacaran. Adanya mediator menjadikan
pertemuan sejoli menjadi lebih beretika dan terjaga dari perbuatan yang zina
dan dosa.
Sebab, praktik pacaran itu bertemunya sejoli bukan mahramnya yang belum resmi menikah dalam satu tempat, tanpa ada orang ketiga sebagai pendamping. Inilah yang diwanti-wanti Rasulullah Muhammad saw. “Janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat (berdua-duaan) dengan seorang wanita karena sesungguhnya setan menjadi orang ketiga di antara mereka berdua” (HR. Ahmad 1/18, Ibnu Hibban [lihat Shahih Ibnu Hibban 1/436], At-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Awshoth 2/184, dan Al-Baihaqi dalam sunannya 7/91. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Shahihah 1/792 no. 430).
Sebab, praktik pacaran itu bertemunya sejoli bukan mahramnya yang belum resmi menikah dalam satu tempat, tanpa ada orang ketiga sebagai pendamping. Inilah yang diwanti-wanti Rasulullah Muhammad saw. “Janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat (berdua-duaan) dengan seorang wanita karena sesungguhnya setan menjadi orang ketiga di antara mereka berdua” (HR. Ahmad 1/18, Ibnu Hibban [lihat Shahih Ibnu Hibban 1/436], At-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Awshoth 2/184, dan Al-Baihaqi dalam sunannya 7/91. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Shahihah 1/792 no. 430).
Thursday, April 30, 2020
8 Amalan Cara Mendapat Jodoh Dalam Islam
Kegiatan atau amalan apa saja yang bisa mendatangkan jodoh?
Seperti halnya nafkah, Anda harus berusaha untuk mendapatkan jodoh. Seperti
nafkah, makin banyak usaha maka makin besar juga peluang mendapatkan jodoh. Berikut
ini 8 amalan cara untuk mendapatkan jodoh menurut sejarah Nabi dan menurut
Islam:
1. Jodoh sepenuhnya kekuasaan Allah Swt.
Maka perbanyaklah doa dan memohon dengan
ikhlas kepada Allah semata. Berharaplah sepenuhnya hati kepada Allah. Mohonlah
bimbingan dan petunjuk agar diberi jalan yang baik dan jalan yang penuh berkah.
Amalan mendapatkan jodoh adalah ibadah yang
tidak baku tata caranya. Berbeda dengan akad nikah, yang telah diatur
syarat-syarat dan rukunnya. Jadi mendapatkan jodoh tergantung amalan atau
kemampuan kita dengan rambu-rambu antara: tidak mengandung kesyirikan,
guna-guna, atau sihir; tidak menzalimi orang lain atau tidak melanggar norma
susila yang ada.
Subscribe to:
Posts (Atom)




